Workshop Penerima Piagam Bintang Keamanan Pangan

02-04-2009 Penilaian Keamanan Pangan Dilihat 2419 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Penilaian Keamanan Pangan

PENERIMA PIAGAM BINTANG KEAMANAN PANGAN

Pada tanggal 3 Maret 2009, Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan menyelenggarakan Workshop Penenrima Piagam Bintang Keamanan Pangan di Hotel Le Grandeur – Mangga Dua – Jakarta dalam rangka meningkatkan komunikasi diantara industri pangan penerima Piagam Bintang Keamanan Pangan (PBKP) di Indonesia dan Pemerintah yang dalam hal ini adalah Direktorat Surneilan dan Penyuluhan Keamanan Badan POM RI serta evaluasi atau membahas nilai tambah yang diperoleh industri pangan setelah menerima PBKP.

Pada acara tersebut disampaikan 3 (tiga) materi yaitu “Pentingnya Environmental MonitoringProgram (EMP) dalam Meningkatkan Mutu dan Keamanan Pangan di Industri Pangan” oleh Prof. Dr. Ir. Dedi Fardiaz,MSc.; “Pelabelan Produk Pangan” oleh Direktur Standardisasi Produk Pangan dan “Kemasan yang Aman untuk Pangan” oleh Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Piagam Bintang Dua Keamanan Pangan (PB2KP) oleh Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan kepada 9 (sembilan) industri pangan yang berhasil memenuhi persyaratan, yaitu PT Sinar Sosro - Medan (Teh botol); PT Coca Cola Bottling Indonesia Central Sumatera-Padang Pariaman (Minuman ringan berkarbonasi); PT Perusahaan Industri Ceres - Bandung (Produk coklat); PT Yupi Indo Jelly Gum - Bogor (Permen Lunak); PT Lasallefood Indonesia - Depok (Saos); PT Freyabadi Indotama - Kerawang (Produk coklat); PT Sinar Sosro - Cibitung (Teh botol); PT Indo Tirta Jaya Abadi - Semarang (AMDK) dan PT Garuda Food Putra Putri Jaya Coated Peanut Division - Pati (Kacang atom).

Berdasarkan kuesioner yang diberikan kepada 42 orang peserta dari 37 industri pangan penerima PBKP yang hadir dan diskusi, dihasilkan beberapa rekomendasi dan saran tindak lanjut yang perlu dilakukan terkait dengan pelaksanaan Program PBKP, antara lain seluruh peserta penerima PBKP menyatakan bahwa program PBKP ini memberikan andil bagi industri pangan dalam menjamin produksi pangan yang aman dan bermutu serta program PBKP perlu terus dilanjutkan. Sebanyak 66,67 % peserta penerima PBKP menyatakan bahwa PBKP turut memberikan andil dalam meningkatkan omset dan 90,91 % menyatakan perlu dibentuk forum komunikasi sebagai salah satu wadah bagi industri pangan penerima PBKP dalam berbagi informasi tentang keamanan pangan. Keinginan tersebut langsung direspon oleh seorang perwakilan penerima Piagam Bintang Satu Keamanan Pangan (PB1KP) untuk membuat website “Bintang Pangan” sebagai media komunikasi antara industri pangan penerima PB1KP, PB2KP dan PB3KP. Rekomendasi lainnya adalah PBKP dapat diterapkan / dilaksanakan untuk semua industri pangan di Indonesia sehingga semua pangan yang beredar aman.

Disiapkan oleh: Dra Dewi Prawitasari, MKes & Dra. Novinar, M.Epid

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana