Workshop SIPT untuk Sampling dan Pengujian kali ini merupakan kelanjutan dari Workshop SIPT Pemeriksaan Sarana yang diadakan pada tanggal 12 - 15 Juni 2012 di Bogor. Workshop yang diadakan di Bogor pada tanggal 4 - 7 Juli 2012 memiliki tema "Pembahasan SIPT dan Kebutuhan Informasi Terkait Modul Hasil Sampling – Pengujian". Acara yang dihadiri oleh Kepala PIOM Dra Reri Indriani, Apt, M.Si., Kepala Bidang TI Dra Rita Endang, Apt., M.Kes., serta 20 Balai Besar/ Balai POM dan Dit. Was/ Insert , dibuka oleh Sestama Badan POM dr. M. Hayatie Amal, MP H. Beliau mengatakan kebutuhan pelaporan pengujian pada SIPT perlu dibahas lebih mendalam terkait dengan laboratorium unggulan dan laboratorium rujukan sehingga pelaporan pengujian akan lebih lengkap dan disesuaikan dengan perkembangan laboratorium.
Kemudian Ibu Sestama juga mengingatkan salah satu terobosan dalam pengembangan modul pemeriksaan sarana adalah pengembangan modul offline SIPT sebagai salah satu langkah Bussiness Continuity Plan (BCP). Bussiness Continuity Plan ini bertujuan untuk mengurangi risiko operasional yang dapat diakibatkan oleh antara lain faktor diluar kendali manajemen dimana proses ini sudah terintegrasi dengan kebijakan Manajemen Risiko TIK Badan POM.
Turut hadir juga Kepala PPOMN Drs. Syamsudin, Apt. yang memberikan paparan tentang ‘Definisi Lab Rujukan serta Lab Unggulan’ dan konsultan Ibu Dr. Inggriani Liem yang memberikan paparan juga tentang ‘Dashboard dan Business Intelegent SIPT’ serta hadir pula Narasumber dari Balai Besar POM Samarinda, Ibu Dra. Romlah, Apt dan dari Balai Besar POM Yogyakarta, Bapak Suliyanto, SH.
Beberapa hasil rekomendasi workshop antara lain : diperlukan percepatan pengembangan aplikasi SIPT (penandaan dan Iklan) namun tetap dengan kajian risiko mengingat sesuai dengan Road Map Pengembangan Iklan dan Penandaan yang akan dilakukan tahun 2013. Data label tersebut sudah disiapkan oleh Direktorat Penilaian dan dimasukan ke dalam web reg; Modul offline dapat diterapkan jika user dilengkapi dengan infrastruktur yang memadai (mobile device, printer portable) oleh sebab itu akan dilakukan koordinasi dengan Biro Perencanaan; Untuk pengembangan SIPT dipertimbangkan menggunakan fasilitas Bar Code agar diperoleh informasi nama produk dengan cepat (informasi dari Dit. Penilaian); Mengingat prinsip SIPT adalah paperless akan ada perubahan IK pelaporan menggunakan softcopy, Dibuat laporan sasaran pencapaian prioritas sampling di Balai dan Pusat; Dalam Dashboard dan Bisnis Intelegent dibuat dengan pertimbangan user requirement (top, middle, operational) dan rancangan kebutuhan berdasarkan KPI; Bisnis Intelegent utamanya menjadi tools bagi pimpinan untuk pengambilan keputusan dan penyampaian informasi bagi stakeholder; Untuk tahap pertama Dashboard yang akan dikembangkan dimulai dari gambar wilayah Balai yang menggambarkan kinerja petugas SIPT.
Pusat Informasi Obat dan Makanan
