Batam-Pelayanan publik importasi kosmetika sangat terkait dengan kegiatan pengawasan terhadap pemasukan bahan baku maupun produk jadi kosmetika sebelum diedarkan di dalam wilayah Indonesia. Pengawasan yang dilakukan tidak hanya sekedar memberikan layanan publik, namun juga melakukan deteksi awal terhadap pemasukan setiap bahan baku dan produk jadi sebelum diedarkan di wilayah Indonesia. Salah satu mekanisme pengawasan importasi kosmetika yang dilakukan oleh Badan POM adalah melakukan evaluasi terhadap pengajuan permohonan Surat Keterangan Impor (SKI) untuk bahan baku dan produk jadi kosmetika. Perubahan mekanisme terhadap pemasukan kosmetika impor dari border menjadi post border berdampak pada pemerintah khususnya Badan POM dalam melakukan pengawasan terhadap pemasukan kosmetika. Wilayah Batam merupakan jalur masuknya kosmetika impor terbesar kelima (setelah Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Medan).
Selain itu wilayah Batam merupakan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), dimana wilayah KPBPB ini memiliki dampak positif dari segi perekonomian dan pembangunan. Namun, di sisi lain juga memiliki dampak negatif khususnya pada isu kesehatan, yaitu berisiko masuknya kosmetika Tanpa Izin Edar, kosmetika mengandung bahan dilarang/berbahaya serta kosmetika tidak memenuhi ketentuan keamanan, manfaat, dan mutu. Dalam upaya peningkatan pengawasan di bidang importasi bahan baku dan produk jadi kosmetika melalui mekanisme post border, pengawasan terhadap komoditi kosmetika impor menjadi semakin kompleks dimana kosmetika impor dapat masuk ke dalam wilayah Indonesia tanpa persyaratan SKI pada saat clearance sehingga dibutuhkan perkuatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) serta koordinasi aktif antara Badan POM dengan Kementerian Lembaga terkait, salah satunya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang memiliki wewenang di bidang kepabeanan agar pengawasan kosmetika impor semakin kuat.
Untuk mewujudkan peningkatan efektivitas dan penguatan pengawasan kosmetika tersebut di atas, Badan POM pada tanggal 14 dan 15 Juni 2022 melakukan kegiatan Workshop Peningkatan Pengawasan Post Border Kosmetika Impor dengan Petugas Daerah dan Lintas Sektor di Batam. Kegiatan dibuka oleh Bapak Direktur Pengawasan Kosmetik, Drs. Arustiyono, Apt., MPH secara daring. Dalam sambutan dan paparan bapak Direktur menyampaikan bahwa, melalui kegiatan ini semoga dapat dilakukan diskusi terkait isu-isu:
- Mekanisme pengawasan terhadap pemasukan Kosmetika di wilayah Batam yang memiliki prosedur yang berbeda dibandingkan dengan wilayah lain, misalnya untuk pemasukan barang yang diperuntukkan bagi konsumsi penduduk di Batam dilakukan oleh Badan Pengusahaan Batam
- Terhadap pemasukan Kosmetika untuk penggunaan pribadi melalui barang bawaan penumpang dan barang kiriman, sesuai dengan ketentuan
- Perlunya koordinasi di Pelabuhan-pelabuhan tikus yang berisiko sebagai pintu masuk Wilayah Batam- Singapura
Pada pertemuan hari pertama terdapat beberapa paparan materi narasumber dari Direktur Pengawasan Kosmetik, Badan Pengusahaan Batam, Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan di Batam, Pusat Data dan Informasi Badan POM dengan topik Kebijakan dan Trend Hasil Pengawasan Kosmetika Post Border; Bisnis Proses dan Pengawasan Perizinan Lalu Lintas Barang; Pengawasan Pemasukan Kosmetik; Hasil Pengawasan Kosmetika Balai POM di Batam; Pemanfaatan Aplikasi e-BPOM untuk Layanan Eksportasi dan Importasi Kosmetik, Terutama Pemasukan Kosmetik Melalui Barang Bawaan Penumpang dan Kiriman.
Kemudian di hari kedua dilakukan kunjungan dalam rangka studi banding petugas Badan POM (termasuk petugasBalai POM di Batam dan Loka POM di Kota Tanjung Pinang) ke daerah pabean yaitu Pelabuhan Batam Center, Pelabuhan Harbour Bay dan Kantor Pos Batam Centre. Melalui kegiatan ini diharapkan koordinasi antara Badan POM dengan petugas Balai POM di Batam dan Loka POM di Kota Tanjung Pinang serta lintas sektor terkait terutama kantor Bea dan Cukai di Batam semakin meningkat dalam rangka pengawasan pemasukan produk khususnya bahan baku dan produk jadi kosmetika impor.
