Workshop SIPT Mendukung Kinerja Pengawasan Badan POM

19-09-2019 Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan Dilihat 4365 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Depok - Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi salah satu kunci percepatan penerapan e-Government di lingkungan Badan POM. TIK juga menjadi tools pengawasan obat dan makanan yang meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan di seluruh pelosok Indonesia serta mendukung terciptanya sistem pelayanan yang andal, dan terpercaya. Salah satu implementasi TIK di lingkungan Badan POM yaitu Sistem Informasi Pelaporan Terpadu (SIPT).

SIPT adalah aplikasi yang digunakan sebagai media pelaporan hasil pengawasan dari Balai Besar / Balai dan Loka POM ke Pusat secara elektronik sejak tahun 2012. Sistem ini mengalami pengembangan setiap tahunnya mengikuti perkembangan pengawasan yang dilakukan oleh Badan POM. Perubahan Sistem Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) di Badan POM pada tahun 2018, memberikan perubahan pada SIPT sehingga melahirkan SIPT versi 2.0. SIPT versi 2.0 memuat perubahan alur proses bisnis pelaporan di Balai Besar dan Balai POM termasuk alur baru pada pelaporan Loka POM.

Perubahan ini disosialisasikan dalam Workshop SIPT yang diselenggarakan selama empat hari pada Selasa-Rabu, 16-19 September 2019 di Hotel Savero – Depok, Jawa Barat. Workshop SIPT ini merupakan sosialisasi secara menyeluruh pertama kali setelah lahirnya SOTK baru.

Workshop dibuka oleh Ibu Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif, Ibu Dra Rita Endang, Apt, M.Kes dan dihadiri oleh 210 peserta yang berasal dari perwakilan seluruh Balai Besar/Balai dan Loka POM, serta perwakilan seluruh unit Pengawasan di Badan POM, Biro Perencanaan dan Keuangan, Pusat Riset dan Kajian Obat dan Makanan serta Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional sebagai pengguna SIPT serta Pusdatin.

Dalam pembukaannya, Ibu Deputi mengarahkan agar seluruh  Balai Besar/Balai dan Loka POM dapat memanfaatkan SIPT secara maksimal untuk mendukung pelaporan hasil pengawasan ke Pusat untuk percepatan pengambilan kebijakan di Badan POM. Seluruh peserta terlihat antusias dalam mengikuti semua materi yang disampaikan dan aktif dalam tanya jawab seputar TIK dan SIPT. Pada kesempatan itu diberikan reward kepada para peserta yang mengajukan masukan serta pertanyaan. Ibu Deputi merasa bangga dan memberi apresiasi kepada peserta atas partisipasi aktif peserta dalam workshop.

Workshop diisi dengan paparan tentang evaluasi hasil pelaporan pemeriksaan sarana dan sampling pengujian di setiap Kedeputian, dan membahas issue yang memerlukan konfirmasi dan kesepakatan antara Balai dan Pusat serta kendala teknis yang sering dilaporkan oleh Balai Besar/Balai dan Loka POM kepada Pusdatin.

Workshop ditutup oleh Kepala Bidang Sistem Informasi, Arief Dwi Putranto, S.Si, Apt. Dalam penutupannya, Beliau menyampaikan bahwa penggunaan SIPT agar dapat dimaksimalkan sebagai forum komunikasi antara Pusat dan Balai sehingga dapat meminimalisir pelaporan secara manual serta mendukung pengawasan obat dan makanan.

Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana