Wujudkan Indonesia Emas 2045, BPOM Gelar Pertemuan Teknis Germas SAPA

22-10-2023 Kerjasama dan Humas Dilihat 1739 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – BPOM melaksanakan Pertemuan Teknis Germas Sapa dengan Tema Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman untuk membentuk SDM Indonesia yang unggul dan berdaya saing dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 di Jakarta, (19/10/2023). Kegiatan ini dibuka dan dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Rita Endang.

Program Germas Sapa juga merupakan salah satu program untuk mendukung penurunan stunting sesuai pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia.  Pada pilar 3-Peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota/desa, indikator persentase kabupaten/kota yang mengintervensi keamanan pangan untuk mendukung percepatan penurunan stunting dengan target capaian sebesar 100% di tahun 2024.

Keamanan Pangan dari hulu sampai ke hilir adalah tanggung jawab kita bersama. Dalam Strategi Pembangunan Global, keamanan pangan setidaknya terkait erat dengan 3 dari 17 Sustainable Development Goals 2030 (SDGs), yaitu SDG ke-2 Zero Hunger, SDG ke-3 Good Health and Well-Being, dan SDG ke-12 Responsible Consumption and Production. Zero hunger berarti pangan aman tidak hanya berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan dasar pangan manusia sehingga tidak terjadi kelaparan. Good health and well-being berarti menuju masyarakat sehat. Responsible Consumption and Production, berarti pangan aman berkontribusi untuk penurunan food waste dan food loss.

Saat ini Indonesia mempunyai beban ganda masalah gizi (double burden) yaitu kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Salah satu permasalahan kekurangan gizi saat ini adalah stunting. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di 2022. Sedangkan salah satu permasalahan kelebihan gizi dalam laporan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yaitu meningkatnya prevalensi kasus diabetes pada anak yang melonjak pada Januari 2023 sebesar 2 per 100.000 jiwa.

”BPOM telah menginisiasi program dan kegiatan di bidang keamanan pangan yang berbasis masyarakat dengan melibatkan peran aktif masyarakat yaitu Program Desa Pangan Aman, Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, serta Pangan Jajanan Anak Sekolah Aman. Program ini diintegrasikan melalui Program Germas SAPA yang di launching pada tahun 2017 oleh Kemenko PMK.” ungkap Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan.

Program Germas Sapa juga merupakan salah satu program untuk mendukung penurunan stunting sesuai pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yaitu pada pilar 3 (Peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, dan Pemerintah Desa) dengan indikator persentase Kabupaten/Kota yang mengintervensi keamanan pangan untuk mendukung percepatan penurunan stunting dengan target capaian 100% di tahun 2024.

Capaian Desa Pangan Aman tahun 2014–2022, jumlah desa yang telah diintervensi sebanyak 5.704 desa atau 6,8% dari total 83.880 desa/kelurahan di 34 provinsi. Capaian Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas tahun 2013–2022 yang telah diintervensi sebanyak 463 pasar atau 2,96% dari 15.657 pasar di Indonesia. Capaian Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman tahun 2011–2022, jumlah sekolah yang telah diintervensi keamanan PJAS sebanyak 50.937 sekolah atau 18,66% dari 272.941 sekolah yang ada di Indonesia.

Dalam kegiatan pertemuan teknis ini, dilakukan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba untuk beberapa kategori Program Germas Sapa yaitu Kabupaten/Kota Pangan Aman, Desa Pangan Aman, Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas serta Sekolah dengan PJAS aman dari tingkat SD sampai SMA. Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan kepada para pemenang lomba (daftar terlampir) yang didampingi perwakilan dari Balai Besar/Balai/Loka POM.

Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya konsep baru yang dikembangkan dalam Program Germas Sapa. Kemudian, melalui koordinasi dan pendampingan oleh unit pelaksana teknis BPOM setempat, diharapkan seluruh pemerintah daerah dapat mereplikasi Program Germas Sapa secara mandiri dan berkelanjutan.

BPOM berkomitmen untuk terus mengembangkan kerja sama dengan stakeholder serta mitra pembangunan baik di pusat maupun di daerah. BPOM melalui seluruh UPT BPOM terus berupaya mengembangkan berbagai program dalam rangka meningkatkan pengawasan keamanan pangan. Pelaksanaan berbagai program ini tentunya bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia, serta daya saing bangsa. (HM-Chandra)

 

Lampiran Pemenang Germas Sapa

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana