Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia: BPOM Dukung Produksi dan Konsumsi Obat dan Makanan Berkelanjutan

17-07-2023 Dilihat 6653 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

SIARAN PERS

 

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia:

BPOM Dukung Produksi dan Konsumsi Obat dan Makanan Berkelanjutan

 

Jakarta – BPOM menyelenggarakan Forum Dialog “Menuju Sustainable Corporate Governance: BPOM Mendukung Produksi dan Konsumsi Berkelanjutan Industri Obat dan Makanan Untuk Indonesia Maju” pada Senin (17/07/2023). Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito yang secara langsung membuka forum dialog ini menekankan terkait pentingnya peran aktif industri obat dan makanan untuk berkontribusi nyata pada upaya pelestarian lingkungan dengan melakukan aktivitas operasional yang ramah lingkungan.

Forum dialog ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day/WED) setiap 5 Juni. Tahun ini, tema yang diusung melalui WED adalah Beat Plastic Pollution atau Meminimalkan Polusi Plastik. Tema ini berfokus pada solusi permasalahan plastik yang menjadi isu lingkungan global saat ini.

Momen WED setiap tahunnya membawa pesan mendalam bagi masyarakat dunia untuk peduli terhadap ekosistem bumi. Tidak hanya terkait dengan permasalahan limbah plastik, tetapi pengelolaan dan penanganan limbah lain yang dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. Hal ini termasuk menjadi perhatian BPOM sebagai regulator pengawasan obat dan makanan yang juga turut berperan dalam mendukung terwujudnya keseimbangan lingkungan.

BPOM akan terus mendorong implementasi regulasi yang berpihak pada kelestarian lingkungan agar setiap proses produksi obat dan makanan juga rendah emisi. Aspek lingkungan merupakan risiko yang harus dikelola dalam supply chain risk management. Terlebih saat ini industri obat dan makanan harus menerapkan standar enviromental social and corporate governance (ESG).

“Rantai proses produksi dari industri obat dan makanan dapat berisiko menghasilkan limbah berbahaya bagi lingkungkan hidup maupun kontaminasi pada produk yang dihasilkan. Hal ini yang menjadi concern BPOM dari sisi keamanan lingkungan,” ujar Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito dalam sambutannya.

Untuk itu, industri obat dan makanan harus membangkitkan kepedulian yang besar guna memastikan tidak ada kandungan kontaminan di dalam produknya, termasuk memastikan limbah hasil produksinya tidak membahayakan lingkungan. BPOM turut memberikan dukungan terhadap industri dan produk yang mematuhi aspek kepeduliannya terhadap lingkungan. Aspek pemastian keamanan lingkungan ini juga menjadi salah satu pertimbangan BPOM dalam memberikan perizinan kepada industri.

“Tentunya BPOM sebagai regulator akan mendorong dengan memberikan insentif. Dalam artian BPOM akan memberikan kemudahan dalam regulasi, apresiasi, dan dukungan terkait labelling untuk produk-produk yang menaati aspek keamanan lingkungan, serta dukungan edukasi kepada masyarakat agar hanya memilih produk yang ramah lingkungan. Jadi, di situlah esensi dari tanggung jawab dan keterlibatan BPOM dalam aspek keamanan lingkungan ini,” tambah Kepala BPOM.

Saat ini di Indonesia terdapat 217 industri farmasi obat jadi, 18 industri bahan aktif obat, 1.077 sarana produksi obat tradisional, 1.024 sarana produksi kosmetik, dan 4.669 sarana pangan olahan. ”Banyaknya industri obat dan makanan tersebut tentunya juga menghasilkan limbah produksi dalam jumlah besar dan harus dikelola dengan optimal agar tidak mengganggu keseimbangan lingkungan,” seru Kepala BPOM lebih lanjut.

BPOM juga melakukan pengawasan komprehensif dan sistemik terhadap aspek-aspek yang terkait dengan pengelolaan limbah di industri obat dan makanan. Pengawasan terhadap pengolahan limbah merupakan salah satu wujud untuk mendukung kebijakan industri hijau sesuai Sistem Manajemen Lingkungan Hidup (ISO 14001:2015). “Kami mendorong industri obat dan makanan menggunakan bahan baku dan energi yang efisien, mengedepankan prinsip 3R (reduce-reuse-recycle), dan menggunakan energi terbarukan,” ucapnya.

Komitmen terhadap lingkungan hidup ini berkaitan dengan visi pemerintah untuk Indonesia Emas 2045, yaitu Negara Nusantara berdaulat, maju, dan berkelanjutan. “Industri obat dan makanan bersama dengan BPOM menjadi bagian terdepan untuk mengawal bumi ini menuju sustainability masa depan, tentunya Indonesia yang semakin maju pada 2045, dan ditularkan tidak hanya untuk industri besar, tapi juga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan start-up. Kita bisa kembangkan orang tua angkat untuk bagaimana menegakkan sustainability dalam suatu proses produksi untuk industri yang masih memerlukan bantuan,” lanjutnya.

Sejalan dengan visi tersebut, tema yang diangkat dalam rangkaian kegiatan puncak WED ini adalah BPOM mendukung produksi dan konsumsi obat dan makanan yang berkelanjutan untuk Indonesia Maju. Tema ini juga terkait dengan pencapaian Sustainable Development Goals 2030 (SDGs) ke-12, Responsible Consumption and Production yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, yang mendorong kegiatan produksi dan konsumsi manusia tidak merusak lingkungan, serta dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Di samping menyelenggarakan forum dialog, dalam rangkaian kegiatan puncak peringatan WED ini, BPOM memberikan apresiasi kepada industri obat dan makanan yang proaktif menerapkan produksi berkelanjutan berwawasan lingkungan. Apresiasi ini diberikan setelah dilakukan serangkaian tahap penilaian oleh tim juri yang berasal dari BPOM, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian, tim ahli di bidang lingkungan hidup, dan aliansi jurnalis di bidang lingkungan hidup untuk memastikan penerapan produksi berkelanjutan berwawasan kelestarian lingkungan.

Penilaian dilakukan di antaranya terhadap penerapan Sistem Manajemen Lingkungan Hidup Sesuai ISO 14001:2015, penggunaan energi yang terbarukan (renewable energy), program pengolahan air (water management), penggunaan kemasan yang ramah lingkungan, inovasi teknologi dan manajemen untuk pengolahan limbah baik limbah padat maupun limbah cair, serta mempertimbangkan aspek pemenuhan terhadap cara pembuatan yang baik (good manufacturing practices/GMP). Pada penilaian tahap akhir (12 s/d 16 Juli 2023), Kepala BPOM meninjau langsung nominator sarana produksi obat dan makanan untuk memastikan pemenuhan persyaratan produksi berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BPOM juga menyelenggarakan pameran inovasi teknologi berwawasan lingkungan yang diimplementasikan di industri obat dan makanan. Pameran ini diikuti oleh 26 industri obat dan makanan yang dapat dimanfaatkan untuk menambah wawasan, serta menggali kreativitas pelaku usaha untuk memproduksi produk obat dan makanan secara ramah lingkungan.

Selain itu, sebelum acara puncak pada hari ini, BPOM telah menyelenggarakan berbagai kegiatan kemasyarakatan dengan tema berwawasan lingkungan. Pada 17 Juni 2023, telah dilakukan Kampanye Gerakan BPOM Peduli Lingkungan bagi masyarakat dan pelaku usaha di Pulau Saparua, Ambon. Kampanye ini juga diselenggarakan oleh seluruh UPT BPOM sejak 22 Juni s/d 17 Juli 2023. Kampanye tersebut dilakukan melalui beberapa kegiatan, di antaranya Gerakan Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar untuk membangun kesadaran, pemahaman, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dari sampah obat.

BPOM juga melakukan edukasi terkait keamanan dan mutu kosmetik isi ulang dengan tujuan untuk mereduksi limbah kemasan. BPOM juga melakukan sosialisasi Upaya Produksi Dan Konsumsi Pangan Berkelanjutan dan Upaya Mengurangi Food Waste (Sampah Makanan) bagi pelaku usaha mikro dan kecil, serta masyarakat.

Kemudian pada 15 dan 16 Juli 2023, dilakukan penanaman 11.828 pohon tanaman obat secara serentak oleh unit pelaksana teknis (UPT) BPOM yang ada di seluruh Indonesia. Pohon tanaman obat tersebut memiliki khasiat/manfaat bagi masyarakat yang tercantum dalam Farmakope Herbal Indonesia atau Informatorium Obat Modern Indonesia, seperti pala (Myristica fragrans), mengkudu (Morinda citrifolia L.), lidah buaya (Aloe vera), dan kelor (Moringa oleifera). Untuk aksi ini, BPOM menerima anugerah dari Museum Rekor-Dunia Indonesia untuk Penanaman Tanaman Obat Terbanyak Secara Serentak.

Melalui semangat WED 2023, BPOM mengajak lintas sektor bersinergi mewujudkan produksi dan konsumsi obat dan makanan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan dampak nyata pada perbaikan lingkungan dan kelestarian alam. Peran serta semua pihak terkait sangat diperlukan guna mengurangi produksi dan penggunaan produk yang dapat membahayakan lingkungan hidup dan kesehatan manusia.

“Perlu upaya nyata di fasilitas produksi dan gerakan masyarakat untuk menurunkan potensi bahan baku, produk jadi, dan sisa konsumsi menjadi sampah dan mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi dalam upaya menciptakan industri hijau dan berkelanjutan (environmental sustainability) di sektor obat dan makanan,” imbau Kepala BPOM.

Upaya ini diharapkan akan semakin mendorong kompetisi industri obat dan makanan secara luas untuk bersama berlomba dan berkontribusi menjaga bumi, demi memastikan masa depan generasi penerus bangsa yang lebih baik. “Dengan sendirinya, industri yang tidak peduli dengan lingkungan dan abai terhadap kontaminan produk akan tersisihkan. Kompetisi berdasarkan demand dari masyarakat yang sudah semakin tercerahkan ke depan karena kita akan menuju negara maju,” tutup Kepala BPOM.

—-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut atau menyampaikan pengaduan obat dan makanan, dapat menghubungi lapor.go.id, Contact Center HALOBPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, WhatsApp 0811-9181-533, e-mail halobpom@pom.go.id, Instagram @BPOM_RI, Facebook Fanpage @bpom.official, Twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia.

Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut atau menyampaikan pengaduan obat dan makanan, dapat menghubungi lapor.go.id, Contact Center HALOBPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, WhatsApp 0811-9181-533, e-mail halobpom@pom.go.id, Instagram @BPOM_RI, Facebook Page @bpom.official, Twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia.

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana