SIARAN PERS
BPOM RI SIAP DUKUNG PENGUATAN KAPASITAS PARA INSPEKTUR PANGAN DARI TIMOR -LESTE
Denpasar – Kamis (28/06) lalu, Presiden RI Jokowi menerima Presiden Republik Demokratik Timor Leste Francisco Gutterres Lu Olo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Dalam pertemuan ini, kedua Kepala Negara membahas mengenai peningkatan hubungan melalui kerjasama di berbagai bidang. Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmen bahwa Indonesia akan tetap menjadi mitra terpercaya bagi Timor Leste untuk pengembangan dan pembangunan di Timor Leste.
Jauh sebelum pertemuan ini, Indonesia telah membangun kerjasama dengan Republik Demokratik Timor-Leste, salah satunya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerjasama Teknis di bidang Keamanan dan Mutu Pangan antara BPOM RI dan Kementerian Perdagangan, Industri, dan Lingkungan Hidup, Republik Demokratik Timor-Leste pada 21 November 2014. Sebagai implementasi MoU tsb Badan POM telah memberikan pelatihan pengujian pangan secara kimia dan mikrobiologi pada tahun 2015.
Selama beberapa tahun terakhir, keamanan pangan memang telah menjadi perhatian Pemerintah Indonesia dan Timor-Leste. Melalui kerja sama antara BPOM RI dengan Kementerian Perdagangan, Industri, dan Lingkungan Hidup tersebut, kedua lembaga sepakat untuk mendorong, memfasilitasi, dan mengembangkan kerja sama melalui pertukaran informasi mengenai regulasi tentang Keamanan dan Mutu Pangan yang berlaku di masing-masing negara; saling memberikan informasi yang berkaitan dengan pengendalian masalah keamanan dan kualitas; dan memberikan bantuan teknis dari Indonesia ke Timor-Leste.
“Sebagaimana diketahui, bahwa isu keamanan pangan telah menjadi salah satu topik penting selama bertahun-tahun dan telah tertuang dalam agenda prioritas baik di tingkat nasional, bilateral, regional dan multilateral”, ujar Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito. “Sekarang adalah saat yang tepat untuk menggalakan upaya kolektif dalam meningkatkan keamanan pangan, dimulai dari pengawasan tingkat negara dan penerapan pengawasan yang efektif, serta pemastian bahwa keamanan pangan masuk dalam agenda prioritas. Perlu dilakukan sharing informasi dan pengalaman sehingga sistem keamanan pangan masa depan dapat ditingkatkan dengan lompatan yang tinggi untuk turut mendukung pencapaian tujuan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Pada kunjungan kerja Kepala BPOM RI ke Timor – Leste tahun 2017, BPOM telah menyampaikan komitmennya untuk membangun kerjasama yang lebih konkrit dengan Timor Leste melalui kolaborasi dalam bidang pengawasan pangan dan keamanan pangan, laboratorium obat, penyusunan standardisasi obat, dan kerja sama dalam pengawasan peredaran obat di perbatasan Indonesia dan Timor - Leste.
FAO menyambut baik dan mendukung dukumgan dan komitmen BPOM RI terhadap kepada Timor-Leste, mengingat Timor Leste baru saja menjadi anggota Codex pada Februari 2018 sehingga memerlukan peningkatan kapasitas keamanan pangan.
Hari ini, Senin (23/07) Kepala BPOM RI membuka secara resmi Pelatihan Inspektur Pangan untuk SDM Autoridade Inspesaun no Fiskalizasaun Atividade Ekonómika, Sanitária no Alimentár (AIFAESA atau Otoritas Inspeksi dan Pengawasan Kegiatan Ekonomi Sannitasi dan Makanan) Republik Demokratik Timor-Leste, dalam rangka Peningkatan Kapasitas Pengawasan Makanan di Republik Demokratik Timor-Leste. Pelatihan yang diselenggarakan di Denpasar – Bali ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Inspektur Pangan AIFASEA dalam pengembangan dan pengaturan sistem keamanan pangan nasional di Timor-Leste serta dapat menciptakan jejaring kerja sama antar Badan Pengawas (Regulator).
Dalam pelatihan yang diikuti oleh perwakilan regulator Timor-Leste ini, peserta akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai cara membangun sistem keamanan pangan di Indonesia. Para peserta juga akan field visit meninjau cara memastikan keamanan pangan pada proses produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) sehingga peserta diharapkan mendapat pengetahuan yang komprehensif mengenai sistem keamanan pangan. Program kerjasama teknis ini akan terus berlanjut selama tiga tahun kedepan dalam kegiatan pendampingan, koordinasi, pelaporan, monitoring serta evaluasi.
“Kami yakin bahwa semua peserta ini akan mampu menerapkan materi pelatihan dan pada akhirnya berkontribusi untuk kemandirian sistem keamanan pangan di Timor Leste. Kami berharap pelatihan yang diselenggarakan BPOM RI pertama kali dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan ini dapat mendukung politik luar negeri dimana Indonesia berbagi dengan negara berkembang melalui bantuan kapasitas di berbagai bidang, termasuk pengawasan obat dan makanan, kepada negara-negara berkembang dalam rangka mencapai kemandirian bersama yang dilandasi solidaritas, kesetaraan, dan saling menguntungkan”, tutup Kepala BPOM RI.
__________________________________________________________________________________________
Informasi lebih lanjut hubungi:
Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.
Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut atau menyampaikan pengaduan obat dan makanan, dapat menghubungi lapor.go.id, Contact Center HALOBPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, WhatsApp 0811-9181-533, e-mail halobpom@pom.go.id, Instagram @BPOM_RI, Facebook Page @bpom.official, Twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia.
