Kontribusi BPOM dalam Pembangunan Manusia Indonesia Berkelanjutan

01-03-2019 Dilihat 2466 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

SIARAN PERS

Kontribusi BPOM dalam Pembangunan Manusia Indonesia Berkelanjutan


Klaten – Masih dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh pada tanggal 25 Januari lalu, BPOM RI dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyelenggarakan acara kemasyarakatan yang dihadiri oleh lebih dari 2.000 orang termasuk anak-anak dan kader kesehatan di Alun-Alun Kabupaten Klaten, Jumat (01/03). Acara ini terselenggara berkat kerjasama BPOM RI dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Klaten.

 

Bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan Indonesia melalui pemahaman masyarakat akan peningkatan asupan gizi dan kesadaran mengonsumsi obat dan pangan yang aman, acara ini diisi dengan kegiatan Senam 5 (lima) kunci keamanan pangan, komunikasi informasi dan edukasi (KIE) keamanan pangan, serta sosialisasi program bantuan 90 hari. Berbagai booth pameran pun didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat antara lain booth mini posyandu, booth konsultasi kesehatan, booth KIE BPOM, booth Kids Corner, booth Genre, booth Isi Piringku, booth mobile laboratorium BPOM, dan booth PT. Tempo Scan.

 

“Dalam kaitannya dengan kualitas sumber daya manusia (SDM), perhatian khusus perlu diberikan pada SDM masa depan yaitu anak Indonesia harus sehat dan cerdas.  Langkah terpenting yang harus dilakukan adalah dengan memastikan pemenuhan asupan pangan aman dan bergizi pada anak sejak dalam kandungan,” ungkap Menko PMK Puan Maharani dalam sambutannya.

 

Sesuai dengan visi BPOM RI yaitu “Obat dan Makanan Aman Meningkatkan Kesehatan Masyarakat dan Daya Saing Bangsa”, maka BPOM turut mendukung capaian pembangunan manusia melalui pengawasan obat dan makanan. Dukungan BPOM untuk pembangunan manusia adalah melalui jaminan obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan dan pangan yang aman. Tanpa obat dan makanan yang aman, derajat kesehatan yang tinggi bisa jadi tidak dapat dicapai.

 

“Derajat kesehatan yang tinggi dapat dicapai dengan adanya asupan pangan yang aman sehingga foodborne desease (penyakit akibat pangan yang tidak aman) dapat diturunkan. Obat yang aman dan berkhasiat digunakan untuk penyembuhan, sementara obat tradisional/jamu yang aman dan bermutu dikonsumsi untuk memelihara kesehatan,” jelas Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito.

 

BPOM telah melakukan intervensi keamanan pangan jajanan anak sekolah (PJAS) di berbagai SD. Untuk wilayah Klaten dilakukan di SD IT Annajah dan SD Kristagracia. Sementara itu, hasil pengawasan sarana distribusi di Kabupaten Klaten, dari 17 sarana yang diperiksa pada tahun 2018, sebanyak 3 sarana tidak memenuhi ketentuan dan 30 jenis produk diamankan.

 

Bekerja sama dengan kementerian/lembaga dan juga pelaku usaha, BPOM terus melaksanakan sosialisasi, KIE, penyuluhan, dan pemberian informasi di berbagai kesempatan. Memastikan masyarakat Indonesia hanya mengonsumsi produk obat dan makanan yang aman, bermanfaat, dan bermutu. Hal ini sebagai wujud kontribusi BPOM dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.

 

_____________________________________________________________________________________________________________________

Informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut atau menyampaikan pengaduan obat dan makanan, dapat menghubungi lapor.go.id, Contact Center HALOBPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, WhatsApp 0811-9181-533, e-mail halobpom@pom.go.id, Instagram @BPOM_RI, Facebook Page @bpom.official, Twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia.

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana