KETERANGAN PERS
“LOMBA MEMBUAT POSTER TENTANG BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN”
Dalam rangka
Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 31 Mei 2007
”Lingkungan Tanpa Asap Rokok”
(”Smoke Free Environment”)
Jakarta, Minggu 27 Mei 2007
-
Tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) tahun ini adalah lingkungan tanpa asap rokok ”Smoke free environment”. Tema ini mengingatkan masyarakat di seluruh dunia untuk menciptakan lingkungan dimanapun terbebas dari asap rokok, karena 70.000 artikel ilmiah telah menunjukkan hubungan antara penggunaan tembakau dan terjadinya kurang lebih 25 jenis penyakit yang membahayakan kesehatan seperti: kanker pada mulut, pharynx dan larynx, oesophagus, paru, pankreas, kandung kemih, penyakit jantung koroner, arteriosklerosis, bronkhitis kronis dan saluran pernapasan lainnya.
-
Hal ini mengingatkan kita pada ketentuan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan, bahwa yang dimaksud Kawasan Tanpa Rokok adalah ruangan atau area yang dilarang untuk melakukan kegiatan produksi, penjualan, iklan, promosi dan/atau penggunaan rokok. Yang termasuk dalam kawasan tanpa rokok diantaranya tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempat yang spesifik sebagai tempat belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum. KTR juga bertujuan untuk melindungi orang yang tidak merokok tapi terpapar asap rokok (perokok pasif). Mewujudkan KTR tidaklah mudah karena rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap dampak bahaya merokok.
-
Survei yang dilakukan di Indonesia menunjukkan bahwa 31% dari seluruh populasi Indonesia (204.400.000 orang) adalah anak-anak berusia antara 0-14 tahun (Susenas 2001). Sejumlah 23% darinya adalah anak-anak berusia lebih dari 10 tahun yang telah mengenyam rokok setiap hari. Yang memprihatinkan usia ini adalah usia anak sekolah SLTP.
-
Hasil survei dari Global Youth Tobacco Survey untuk SLTP pada tahun 2004 di Jakarta diketahui bahwa 39,7 % pelajar SMP di Jakarta pernah mencoba merokok, 22,8 % pelajar SMP Jakarta adalah perokok aktif dan 12,6 % yang tidak merokok berkata akan mulai merokok tahun depan. Tingginya jumlah perokok usia muda dan anak-anak disebabkan antara lain oleh pengaruh iklan rokok, tekanan kelompok, panutan (orang tua, guru, bintang idola).
-
Survei yang dilakukan oleh BNP DKI 2006, di 51 SLTP dan 119 SLTA DKI menunjukkan bahwa usia pertama merokok tertinggi adalah usia pelajar SLTP (49%). Tingginya jumlah perokok di kalangan pelajar SLTP sesuai hasil survei tersebut menjadi salah satu pertimbangan Badan POM untuk menyelenggarakan lomba membuat poster tentang bahaya merokok bagi kesehatan bagi pelajar SLTP/MTs dan yang sederajat yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya/dampak merokok sehingga memiliki daya tangkal terhadap pengaruh informasi/iklan yang menyesatkan tentang rokok.
-
Lomba membuat poster ini terselenggara atas kerjasama Badan Pengawas Obat dan Makanan dengan Departemen Pendidikan Nasional, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), instansi terkait dan LSM yang peduli terhadap bahaya merokok.
-
Kegiatan lomba membuat poster tentang bahaya merokok bagi kesehatan pada tahun 2007 mengikutsertakan pelajar SLTP/MTs dan yang sederajat di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Diharapkan pada tahun mendatang dapat diperluas sasaran dengan mengikutsertakan pelajar SLTP/MTs dan sederajat di seluruh wilayah Indonesia.
-
Marilah kita wujudkan lingkungan tanpa asap rokok dengan menciptakan KTR di wilayah sekitar kita.
| Badan Pengawas Obat dan Makanan
Kepala, TTD Dr. Husniah Rubiana, Th-Akib, MS, M.kes, SpFK |
Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut atau menyampaikan pengaduan obat dan makanan, dapat menghubungi lapor.go.id, Contact Center HALOBPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, WhatsApp 0811-9181-533, e-mail halobpom@pom.go.id, Instagram @BPOM_RI, Facebook Page @bpom.official, Twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia.
