Roadshow “Gerakan Keamanan Pangan Desa” di Banjaroya, Kulon Progo
Badan POM aktif libatkan masyarakat untuk menyukseskan kampanye keamanan pangan.
Seiring dengan peringatan Hari Kesehatan Dunia (World Health Day) pada 7 April 2015 yang bertemakan Keamanan Pangan, Badan POM turut berpartisipasi aktif dengan mengadakan serangkaian roadshow dalam rangkaian Bulan Keamanan Pangan Nasional. Mengambil tema “Mewujudkan Pangan Aman Hingga Tingkat Perseorangan Melalui Edukasi Keamanan Pangan Berbasis Masyarakat”, roadshow tersebut bertujuan untuk meningkatkan keamanan pangan di Indonesia melalui kampanye peningkatan kesadaran serta mendorong masyarakat/konsumen untuk secara mandiri mampu memastikan bahwa pangan yang akan dikonsumsi aman.
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Suratmono, menjelaskan “Gerakan Keamanan Pangan Desa atau disingkat GKPD merupakan program yang sangat positif bagi masyarakat Indonesia untuk mengingatkan kembali pentingnya keamanan pangan sebagai kebutuhan dasar manusia yang paling utama. Dalam hal ini diharapkan, pemerintah daerah dapat menjadi koordinator kelangsungan sosialisasi program GKPD.”
Kemitraan Badan POM dengan pemerintah daerah dan komunitas masyarakat seperti Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mengedukasi masyarakat, khususnya masyarakat desa. Pemberdayaan dilakukan untuk meningkatkan kemandirian dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang aman sampai pada tingkat perorangan, sekaligus memperkuat ekonomi desa sesuai dengan sasaran dan prioritas nasional di bidang kesehatan.
“Desa Banjaroya merupakan satu dari banyak daerah baru yang dijangkau BPOM untuk mengkampanyekan GKPD. Desa Banjaroya diharapkan dapat menjadi pilot project Desa Paman (Desa Pangan Aman). Inisiatif ini sebagai bagian dari amanat dari Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang pangan yang menjadi kebutuhan dasar manusia paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia,” ujar Kepala Balai Besar POM Daerah Istimewa Yogyakarta, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni.
Indikator Desa Pangan Aman antara lain berupa hadirnya Kader Keamanan Pangan Desa secara aktif membimbing dan mengedukasi komunitas desa. Desa Pangan Aman terpilih akan menjadi model untuk direplikasi bagi kota atau kabupaten lainnya sebagai basis peningkatan keamanan pangan. Dari intervensi pengawasan keamanan pangan yang telah dilakukan oleh Kader Keamanan Pangan sebelumnya, jumlah kader yang telah dilatih mencapai 2.100 orang. Mereka berasal dari kalangan PKK, karang taruna, guru, serta tenaga Penyuluh Keamanan Pangan (PKP) dan District Food Inspector (DFI).
“Kami menyambut baik kemitraan dari Badan POM serta kepeduliannya terhadap Kulon Progo untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat melalui pangan aman. Pembangunan desa, khususnya pada bidang pangan, memerlukan pendekatan kemitraan lintas sektor guna memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat,” tutup Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.
Jika masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center HALOBPOM 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK)
Yogyakarta, 23 April 2015
Biro Hukum dan Humas Badan POM
Telepon/Fax : 021- 4240231
Email : hukmas@pom.go.id, humasbpom@gmail.com
Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut atau menyampaikan pengaduan obat dan makanan, dapat menghubungi lapor.go.id, Contact Center HALOBPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, WhatsApp 0811-9181-533, e-mail halobpom@pom.go.id, Instagram @BPOM_RI, Facebook Page @bpom.official, Twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia.
